30/08/13

bintang timurku itu kamu..

catat ini sayang..
catat 28.08.13 sebagai langkah awal kisah kita.
kisah yang akan kita isi dengan sejuta kegilaan tentang cinta, marah, rindu, sayang, gelisah, cemburu..
kisah yang akan kita tulis dalam barisan kata penuh makna.
kisah yang akan memaknai tiap hela nafas, langkah kaki, pola pikir dan eksistensi kita.

catat ini sayang..
catat bahwa aku adalah lebah kecilmu karena aku telah mencatatmu sebagai bintang timurku.
bintang yang selalu kunanti di gelap malam, di dalam mimpi dan khayal.
bintang yang senantiasa setia pada kesunyian yang mencatat aku ada.
bintang yang bersinar dalam titik di tiap inci gulita.

catat ini sayang..
catat.
bintang timurku itu kamu.
catat ini ya sayang..



_lebahkecil_


14/08/13

tidak lagi berani..

dimana "kita"??
karena sepanjang yang terlihat..
hanya ada aku dan kamu
tidak pernah ada kita
ini sakit.
terasa sakit.
tapi tidak dapat kutemukan dimana lukanya.
atau aku terlalu pengecut tuk menunjuk dadaku sendiri?
di sini! sakitnya di sini!
di dada ini.
dimana hati bersembunyi.
lihat! lukanya menganga dan berdarah!
ahh..
perih..perih sekali.
sungguh aku tidak lagi berani bermimpi tentang "kita" lagi.


_lebahkecil_




13/08/13

Kaum Ibuku

aku memang tidak hebat seperti RA. Kartini,
tidak juga perkasa seperti Marsinah dan Suciwati.
aku hanya perempuan kelas tengah yang coba berdiri dan merunduk diantara garis atas dan bawah.
seperti perempuan lainnya,
aku juga menyukai keindahan meski dalam perspektif yang berbeda.
aku tidak merasa perlu suntikan botox dan operasi plastik.
tidak juga merasa perlu tampil sexy
dengan hotpants, high heels, dan tanktop yang memamerkan belahan dada.
aku menolak kultur barbie,
tapi aku tidak akan menghujat penganutnya.
mereka korban.
kami korban.
perempuan korban.
kaum ibuku adalah korban..
dari mereka yang mengagumi "kecantikan" dan mendefinisikannya secara kenampakan,
sementara mereka sendiri miskin fantasi.
bahkan untuk bercintapun mereka butuh referensi film mesum murahan!
insting mereka tumpul.
setumpul selera mereka tentang "cantik"
hingga merasa perlu mengorbankan jiwa keibuan yang dimiliki perempuan
demi definisi kenampakan.
silahkan kalian sebut kami PSK,
pelacur gratisan,
perempuan murahan,
atau perempuan nakal,
silahkan!
tapi silahkan juga kalian berhenti bermimpi tentang memiliki keturunan yang berkualitas,
sepanjang selera "cantik" kalian masih setumpul insting kalian.
kami bisa beli sperma beku dari lelaki-lelaki pilihan
tapi kalian tidak bisa membeli rahim-rahim kami.
berhentilah menghujat kami!
sementara mata dan birahi kalian menikmati.
atau aku akan melempar molotov  ke dalam celana kaum bapak kalian.

aku..
atas nama calon anak-anakku,
akan berdiri membela kaum ibuku.

salam..


_lebahkecil_








manusiawi VS realistis

lelaki mungkin tertarik dengan perempuan cerdas dan pintar,
tapi mereka lebih menyukai perempuan cantik yang ada di samping mereka
meski paras mereka sendiri di bawah rata-rata.
cukup manusiawi.
tapi saya lebih memilih realistis daripada manusiawi kalau soal ini.

realistis tidak cantik..
maka saya lebih menyukai lelaki cerdas yang menarik,
perduli,
humoris,
dan bertattoo..
ada di samping saya.


_lebahkecil_



12/08/13

Ini tentang Mimpi..

ini tentang mimpi..
milik seorang perempuan sedernaha dengan pemikiran yang sederhana kadang-kadang,
dan rumit amit-amit keseringan.
ini tentang mimpi yang nyaris luber dari keterbatasan takaran seorang perempuan sederhana yang menyebalkan. dan mari kita sebut saja perempuan sederhana yang kadang-kadang itu..
AKU.

AKU dengan segala keterbatasannya nekat bermimpi 
tentang mencium hajar aswad di dinding ka'bah di kota mekah,
bermimpi tentang berpetualang keliling dunia,
bermimpi tentang memiliki anak-anak yang hebat, sehat, dan cerdas bernama khalifah B dan malika B,
bermimpi tentang memiliki banyak teman yang benaran,
bermimpi tentang memiliki rumah sendiri dengan satu set dapur yang lengkap, bagus, dan bersih,
bermimpi tentang memiliki perpustakaan pribadi dengan ribuan koleksi buku,
bermimpi tentang rumah belajar gratis,
bermimpi tentang mengobati dan membahagiakan orangtua yang tinggal sematawayang,
bermimpi tentang mimpi..

sial, perempuan sederhana yang kadang-kadang itu terlalu nekat bermimpi besar.
nekat.
sialan!


_lebahkecil_



Bunga Hoax

lalu ini menjadi hoax..
ketika sejumput janji tercabut satu per satu dari akar harapan 
yang dua minggu lalu sempat menjadi bunga dalam pikiran.
saruh..
riuh..
basi..
menggelinding caci tak terperih dalam lorong-lorong hati.
mencabik dinding mimpi yang terpaku kuat pada khayalan tak bersayap.
apa arti semua ini?
aneh..
kertas itu aneh..
sengaja membiarkan dirinya sibuk membungkus makanan sisa pesta para spartan?
atau dia temukan krayon beda warna?
sementara pena menggurat tinta pada selembar daun pisang.
apa yang tersisa kini?
selain bunga hoax, apa lagi?


_lebahkecil_



05/08/13

Berhenti Berpikir..

mungkin semestinya ada satu hari libur untuk berpikir.
seperti halnya bekerja, kita biasa libur di akhir pekan.
andai berpikirpun bisa diberlakukan sama seperti itu, libur berpikir di akhir pekan.
mungkin beban hidup kita tidak begitu terasa berat.

bayangkan..enam hari dalam seminggu, tubuh dan pikiran kita terkuras untuk melakukan dan memikirkan pekerjaan. setidaknya 12 jam dalam sehari. belum lagi ditambah penat di perjalanan yang macet. di bawah terik matahari dan siraman hujan dan kepungan banjir. pungutan liar dan masih banyak lagi hal lainnya yang sangat membuat pikiran kita kusut, emosi kita naik turun, dan itu bisa setiap hari kita alami.
akhir pekan diciptakan seolah sebagai obat atau hadiah bagi badan dan pikiran kita.
badan kita bisa berleha-leha saja di atas kasur. seharian tidur.
dan pikiranpun seperti itu. tombolnya diposisikan off. 
hingga otak kita kosong melompong dari segala bentuk pikiran.

hmm..mungkin akan terasa nikmat.
sehari tanpa berpikir, dan hanya geletakan saja di atas kasur.
seperti boneka gitu kira-kira?
mungkin. aku tidak tau bagaimana rasanya menjadi boneka.

lalu..apa kabar dunia jika kita semua disetting berhenti berpikir dalam satu hari?
apakah tidak akan menjadi carut marut dan berantakan?
coba bayangkan..
manusia seluruh dunia libur berpikir dalam satu hari penuh!
hmm..mungkin dalam satu hari itu, binatang akan menjadi penguasa dunia.
sangat mengerikan bukan?
ahh..berpikiran untuk berhenti berpikir itu sama saja berpikiran tuk berhenti bernafas.
bahkan dalam kondisi tertidur pun, otak kita tetap bekerja. mengelola mimpi misalnya? 

matahari makin meninggi. siang menjadi kian terik. gerah..!
hembusan angin dari kipas angin kecil di atas meja serupa pelipur lara. meski suaranya yang kadang menderit sedikit mengganggu kenyamanan telinga.
hmm..tiba-tiba saja aku kepikiran tentang matahari.
kenapa matahari begitu sangat panas?
kenapa dia selalu muncul di siang hari?
apakah matahari menjadi dingin ketika malam hari?
apakah..
ahh..sudahlah! berhenti memikirkan matahari.
mungkin akan lebih baik jika memikirkan apa menu berbuka hari ini?
see?..bahkan untuk makan pun kita harus berpikir.



_lebahkecil_







03/08/13

Jadi Perempuan itu Gak Gampang, kata Emak..

dulu..waktu usiaku baru menginjak remaja, Emak pernah bilang begini..

"jadi perempuan itu gak gampang. kamu harus pinter jaga diri, harus pinter ngurus diri, harus pinter bawa diri, harus pinter merawat diri, harus pinter-pinter melengkapi diri."

"dan pinter juga gak cukup. kamu juga harus cerdas. bukan cuma cerdas pikiran, tapi juga cerdas perasaan. kamu pengen punya anak-anak cerdas kan?"

"iya mak." jawabku.

"satu lagi.." sambung Emak.

"jangan mentang-mentang kamu perempuan, terus kamu gantungin kehidupan kamu gitu aja sama lelaki, meskipun kamu sudah menjadi tanggungjawabnya dunia-akhirat. sekolah yang bener. kerja. berpenghasilan. hiduplah mandiri secara ekonomi. karena lelaki itu juga kan manusia. ada saatnya dia letih, sakit, atau meninggal dunia. yang kamu harus pastikan adalah..kamu sudah cukup kuat tuk bantu menopang ketika itu terjadi. jangan jadi perempuan lemah, kamu harus perkasa. itu aja pesen Emak."

"iya mak.." jawabku lagi.
kali ini dengan pikiran yang lebih dalam.



_lebahkecil_



Dialog tentang Elegi Mug, Kopi, dan Mitos Promosi

seorang sahabat bertanya padaku setelah dia membaca catatanku yang berjudul :
ELEGI MUG, KOPI, DAN MITOS PROMOSI.

sahabat :
elegi itu apa?
aku pernah dengar, tapi sepertinya otakku mulai mengeras untuk mengingat itu lagi.

key bee :
elegi itu syair atau nyanyian kesedihan atau dukacita.
apa yang kamu tangkap dari cerita ini?

sahabat :
mungkin disini seolah permasalahan utamanya di kamu dan tugasmu.
cuma sebarnya fokus utamanya ya tentang mitos yang dibuat produsen kopi di iklan-iklan gitu.

key bee :
hmm..ada benarnya juga. tapi pesan dari isi cerita ini sebenarnya lebih luas dari itu.

1. sebenarnya tanpa kita sadari, selalu ada dialog yang lahir meski kita dalam kesendirian. dialog dengan lingkungan atau benda sekitar kita, dialog dengan tubuh, otak, logika, hati kita.
karena menurutku, segala sesuatu yang memiliki masa/usia adalah bernyawa.
mug besar itu juga bernyawa, karena dia memiliki masa/usia (masa di produksi/tanggal lahir dan masa dia pecah atau rusak/tanggal mati) dsb.
mug itu bukan sekedar barang yang berfungsi untuk kita minum. dia yang terbiasa dengan air putih yang sejuk lalu tiba-tiba dia dipaksa menerima kopi putih yang panas.
analogikan saja dengan diri kita. bagaimana perasaan kita ketika kita dipaksa melakukan sesuatu yang tidak biasa kita lakukan, tapi terpaksa kita iyakan karena kita tidak bisa menolak?
nah..ada elegi dari mug disini.
lalu kopi putih..dia memang untuk dinikmati. tapi dia dipaksa tampil instan oleh produsen kopi yang mungkin justru mengurangi kualitas dirinya. lalu lahir lagi elegi dari kopi.
kemudian mitos promosi..dia sengaja direkayasa dan dikarang oleh entah siapa hingga menjadi seperti kebenaran yang tak teruji di masyarakat. dia dipaksa berbohong. satu lagi elegi yang lahir.

2. dialog-dialog yang muncul dari mug, aku dan beberapa bagian dari tubuhku (mata, logika, otak) adalah komunikasi satu arah yang jarang kita sadari. bukan cuma pikiran, hati, tapi juga imajinasi disini.
bahkan dalam diam kita bergerak. bahwa hidup itu adalah pilihan.
disini, aku memilih tuk memaksa mug dan menikmati kenikmatan instan dengan percaya mitos kopi bisa menghilangkan kantuk. meski hasil akhir aku jadi kecewa. tapi itulah pilihan.

3. tagline dari cerita ini sebenarnya..
"tidak ada kepuasan sejati yang lahir dari cara instan."
meski ini hal yang kita harapkan.
cerita ini general dan bisa masuk ke masalah yang lainnya. dalam hal bermusik, misalnya.
analogikan saja sendiri, aku yakin kamu mengerti.

4. terakhir..jangan lupa belajar dari kecerdasan orang-orang pintar seperti produsen kopi.
tapi bukan dalam "membohongi" konsumen lho ya..
salam..



_lebahkecil_



Jatuh, patah, lalu Badai..

tadinya kupikir, untuk menulis itu butuh kemampuan super ekstra. kemampuan berpikir dan berimajinasi lebih dari yang lainnya. tapi ternyata tidak juga. ada kondisi dimana kita bisa menjadi mahir bertutur dalam aksara. ketika kita sedang jatuhcinta atau patahhati, misalnya. dua perasaan ini bersifat megah hingga mampu membuat siapapun menjadi pujangga dadakan yang selalu ingin menumpahkan tiap rasa dalam tulisan. perasaan jatuhcinta membuat pandangan kita melulu indah. gejolak rasa berjuta bunga seperti menggelegak lalu tumpah ruah dalam bahagia. mungkin ini sebab kenapa cinta disebut buta, meski sebenarnya tidak. cinta hanya melumpuhkan logika kita.

jatuhcinta selalu mampu membawa kita pada kondisi serupa dongeng cinderella. dimana kekuatan cinta dan bantuan peri mampu mengalahkan kejahatan ibu dan dua saudara tirinya. tapi bagaimana jika dalam dongeng cinderella ada orang ketiga yang kecantikan dan kebaikannya melebihi kebaikan dan kecantikan cinderella, hingga sang pangeran rela membagi cintanya? apakah akhir bahagia akan tetap menjadi milik cinderella, atau kah milik orang ketiga? kemungkinan-kemungkinan ini yang kadang terabaikan oleh kita, karena kita terpaku pada plot cerita yang ada. lalu ketika kemungkinan yang terabaikan itu menimpa kita, kita lalu menyalahkan cinta. marah, kecewa, menghinadina, dan berhenti percaya. inilah egoisnya kita.

tidak ada satu orangpun dari kita yang tahu kapan cinta datang. tapi ketika dia datang, dia akan masuk ke dalam hati kita dan membuat kita berada di bawah kontrolnya. kedatangannya membawa rasa bahagia dan merana. ketika bahagia itu hilang, tinggallah kita berdiam dengan merana. dan ketika kemudian merana perlahan ikutan menghilang, cinta tetaplah cinta dan kita bisa menjadi kemungkinan-kemungkinan. mungkin kita akan kembali jatuhcinta, mungkin kita akan memilih bermain cinta, atau mungkin saja kita menjadi paranoid sinis yang berkata.."persetan dengan cinta!".

lalu badai datang..memporakporandakan keberlangsungan hidup kita. dan lagi-lagi keegoisan kita menyalahkan cinta. meski sebenarnya hati patah kitalah yang membuat hidup serupa dalam badai, bukan cinta.
cinta tidak akan pernah mati, kita yang mati. cinta tidak pernah gagap, karena itulah kita mampu menjadi pujangga dalam sekejap. Jatuh pada cinta lalu Patah karena cinta tidak seharusnya membuat kita mengundang Badai datang ke kehidupan kita. yang perlu kita lakukan hanya bersiap dengan segala kemungkinan. berani??



_lebahkecil_