13/08/13

Kaum Ibuku

aku memang tidak hebat seperti RA. Kartini,
tidak juga perkasa seperti Marsinah dan Suciwati.
aku hanya perempuan kelas tengah yang coba berdiri dan merunduk diantara garis atas dan bawah.
seperti perempuan lainnya,
aku juga menyukai keindahan meski dalam perspektif yang berbeda.
aku tidak merasa perlu suntikan botox dan operasi plastik.
tidak juga merasa perlu tampil sexy
dengan hotpants, high heels, dan tanktop yang memamerkan belahan dada.
aku menolak kultur barbie,
tapi aku tidak akan menghujat penganutnya.
mereka korban.
kami korban.
perempuan korban.
kaum ibuku adalah korban..
dari mereka yang mengagumi "kecantikan" dan mendefinisikannya secara kenampakan,
sementara mereka sendiri miskin fantasi.
bahkan untuk bercintapun mereka butuh referensi film mesum murahan!
insting mereka tumpul.
setumpul selera mereka tentang "cantik"
hingga merasa perlu mengorbankan jiwa keibuan yang dimiliki perempuan
demi definisi kenampakan.
silahkan kalian sebut kami PSK,
pelacur gratisan,
perempuan murahan,
atau perempuan nakal,
silahkan!
tapi silahkan juga kalian berhenti bermimpi tentang memiliki keturunan yang berkualitas,
sepanjang selera "cantik" kalian masih setumpul insting kalian.
kami bisa beli sperma beku dari lelaki-lelaki pilihan
tapi kalian tidak bisa membeli rahim-rahim kami.
berhentilah menghujat kami!
sementara mata dan birahi kalian menikmati.
atau aku akan melempar molotov  ke dalam celana kaum bapak kalian.

aku..
atas nama calon anak-anakku,
akan berdiri membela kaum ibuku.

salam..


_lebahkecil_








Tidak ada komentar:

Posting Komentar