Kau tau..ketika segala sesuatu begitu dekat dengan kita, maka kita akan semakin sulit melihatnya. Semua menjadi begitu sulit ditebak dan tampak tidak masuk akal bagi kita. Saat itulah kita harus melihat sesuatu itu dari perspektif yang berbeda. Agar sesuatu itu menjadi terlihat jelas dan menjadi masuk akal bagi kita.
25/06/13
Awakening
belukar tanya meredup lemah tanpa nada. endap serpihan luka pada detak dalam dada. coba hisap candu lewat derai tangis dan canda. bongkar kerapuhan jiwa tanpa titik, koma, tanpa tanda.
kepal jemari remukkan cermin tanpa sisa. tinggalkan noda merah mengotori bingkai rasa. bangun tubuh dari kotornya lembaran kasa. berdiri marah pada dua kaki yang lemah terasa.
22/06/13
Dalam Sunyi Aku Ada
entah ini sunyi yang keberapa dalam hidupku, aku tidak pernah menghitungnya. tidaklah penting juga aku tahu ini sunyiku yang keberapa sepanjang aku bisa menikmati dan merasa bahagia di dalamnya. mungkin ini terkesan munafik. tapi inilah jujurku. ketika sebagian besar orang menilai kesunyian adalah kesepian, bagiku justru kesunyian adalah kondisi dimana aku tidak merasa sendirian. selalu ada dialog yang lahir dalam sunyiku dan dialog itu jujur.
18/06/13
Hari ini Sinis!!!
eumm..enaknya dimulai dari mana ya? gak tahan banget rasanya mau numpahin emosi yang udah menggunung (kayak pakaian kotor gue). ck, intinya..dari semalem jam 12 aliran listrik mati sampe detik ini! gila kan? iyaa..gila, kayak si arya wiguna yang gila karena popularitas dadakan. suwek!
tambah emosi kalo inget sama kelakuan cowok yang sok kiyut. halloooo..please deehh..jangan bikin gue eneuk napaaa..? kan gak enak muntahmuntah.. :(
logikanya nih..
Elegi Mug, Kopi Putih, dan Mitos Promosi
kopi pagi ini sepertinya kurang ampuh mengusir kantuk yang asik bergantungan di mata. padahal sudah kuminum lebih dari takaran biasanya. mug besar yang biasa setia jadi tempat curahan air putih, ku paksa menampung kopi putih kesukaanku.
"sekali ini aja, pleaseee..? kamu kan mug yang baik. nama ujung minumannya sama-sama putih kok..cuma beda di air sama kopi aja. ya? ya?" rajukku pada mug besar kesayanganku. dan melalui imajinasi, mug besarku seolah mengangguk setuju sambil berbisik..
"baiklah, satu kali ini aja ya..".
13/06/13
12/06/13
Aku Tidak Mengerti..
aku tidak mengerti..
bagaimana dia masuk kedalam hati
melukis cinta di dinding hati, menoreh rindu di jendela jiwa
meninggalkan diri ini dalam kerapuhan asa
aku tidak mengerti..
bagaimana dia mampu memberiku bahagia
hanya dengan mengingat namanya
dan memberiku luka setelahnya
aku tidak mengerti..
bagaimana dia sanggup mengoyak hati
hanya dengan diam tanpa katanya
meninggalkan diri ini dalam keringkihan jiwa
aku tidak mengerti..
_lebahkecil_
11/06/13
Lupakan
kau tidak akan mengerti apa yang kutakutkan
bagaimana kesepianku meniti tiap bentangan malam
seperti apa keinginanku tentang membangun mimpi
yang sedari kecil kugadang-gadang sebagai kekayaan
kecuali pandangan menyidik itu, apa lagi perdulimu?
lupakan.
_lebahkecil_
_lebahkecil_
08/06/13
Last Night
lalu ada yang terekam di perbincangan kita semalam..
di peraduan hawa panas dan dingin yang terikat hujan yang gagal turun.
begitu rumit ternyata. di antara kemegahan rasa..
ada sejumput cerita kelam menyayat sukma.
menghadirkan setitik kecewa, tapi bukan amarah.
aku ingin kita bertemu saja. saling menatap ke kedalaman mata.
lalu kita bisa saling berpelukan dan bercerita tentang apa saja.
tentang suka-dukanya pagi hingga senja di sepanjang hidup kita.
ya, kita bertemu saja. segera!
2 x 24 jam ingin ku habiskan bersamamu. tanpa lapor.
peduli apa?? jika di waktu itu bisa ku intip tiap inci darimu.
segera! aku ingin segera! TITIK!! itu saja..
_lebahkecil_
Sorrow
I don’t have any word to say
But my mind still turning play
Followed by the piano sound
Makes my heart suddenly grown
you come to my life like an angel
bright my days in every angles
i see so much passion in you
i have so much love for you
This feeling brings me to fly
Touch my world, touch my sky
I can’t stop my fingers dance
For me, it doesn’t makes sense
I have so much word to say
And my mind still turning play
Don’t you hear my sorrow sings?
Don’t you see my broken links?
now my tears are falling down
wet my face makes me down
i can't hold my emotion to cry
when you come to me and say goodbye
i have no feelings but hurt
i wish by god to heal my heart
i need more guts to live my life
i need you here to save my life
This feeling brings me to ground
Break my heart, makes me down
I won’t stop my fingers dance
For me, it doesn’t makes sense
_lebahkecil_
07/06/13
Ksatria Berkudalumping dan Puteri Ketiduran
ada sejumput senyum yang tercetak di ujung siang tadi.
di antara rintik hujan yang setengah enggan menerjunkan diri.
kupikir ini senyum sisa semalam, yang tidak habis kutelan di dalam mimpi.
masih terasa manis, belum basi.
hmm..baiknya kuhabiskan saja senyum itu senja ini.
bersama teh hangat yang kuseduh dalam poci.
sambil kubayangkan kisah "ksatria berkudalumping dan puteri ketiduran" lagi.
ahh..sial, senyum itu mengembang terus menerus, lagi dan lagi.
harus kuapakan senyum yang makin menumpuk ini??
_lebahkecil_
Abjad Sunyi
aku ingin abjadku sunyi
iya, sunyi.
tanpa bunyi.
biar saja malam mengumpat, bintang menggugat.
aku tetap ingin abjadku sunyi.
iya, sunyi.
tanpa bunyi.
_lebahkecil_
KomatKamit
sumpah demi apapun, kedua mata ini merasa mengantuk. tapi pikiran menahan perintah otak tuk tidur. terlalu banyak hal yang yang berseliweran dalam pikiran. belum mengerjakan ini, belum mengerjakan itu, belum beli ini, belum beli itu. belum lagi ditambah perasaan cemas menunggu voltaire datang. kasihan dia, dua hari dalam pencarian rumah barunya.
mulut terus komat-kamit berdoa. ada harapan semoga voltaire cepat datang, membawa perantau yang lama merenung di negeri orang. sudah tersedia tempat istirahat sederhana namun istimewa tuk mereka. di rak buku, di atas bantal, atau di atas pangkuan jika tanpa sadar terlelap dan mereka terlepas dari genggaman.
ahh..kerinduan tuk menyentuh, membuka, dan memeluk mereka begitu menyiksa. pahahal bertemu pun belum pernah. tak sabar rasanya mata ini ingin menelanjangi tiap kalimat yang mereka punya. lalu melumatnya dalam dekapan pikiran. pelan-pelan, dalam..dan terus ke dalam. mencumbu mereka hingga lekang dalam ingatan.
kantuk merajuk. mata meredup. tapi bibir terus komat-kamit berdoa. komat-kamit berharap. komat-kamit dalam doa dan harap.
_lebahkecil_
Bapakku Ajaib!
duluuuuu..banget, waktu aku masih muda, aku suka banget bantah kalo dinasehatin orangtua. merasa lebih pinter dan modern. ujung-ujungnya bapakku ngomong begini..
"sekarang, kamu kalo dinasehatin bantah terus. merasa punya pikiran paling benar. tapi nanti..kalo bapak udah gak ada, kamu baru bener-bener bisa mikir bener, kalo apa yang bapak-emakmu bilang ini bener. terus kamu nyesel dan bilang..iya ya, ternyata apa yang bapak bilang dulu bener".
anehnya..apa yang pernah bapakku bilang dulu itu bener kebukti!
ck, pengalaman emang guru paling hebat. dan sampe detik ini aku masih mikir..bapakku ajaib!
_lebahkecil_
Ahh..aku malu
hari ini seperti mengutukku.
sisa emosi kemarin berbuntut rindu.
siapa lagi kalau bukan padamu?
ahh..tolong hapus senyum menggodamu itu.
aku malu.
gelap malam bahkan memerah jambu.
bintang berkedip genit ke arahku.
sial, angin baru asaja mencubitku.
sakit, tidak sedang bermimpi aku.
ini benar rindu, padamu
ahh..aku malu.
_lebahkecil_
Berita Langit
semalaman suntuk hujan menggagahi langit. membawa serta gemuruh guntur bersamanya. yang sesekali bersorak serupa suporter bola. basah sudah tanah..becek. bahkan parit-parit tak kuasa membendung lajunya. meluap kecoklatan menggiring tumpukan limbah rumahtangga.
lalu matahari muncul malumalu, pelanpelan..membawa terang keredupan. membwa sinar yang tak panas. sementara makhluk yang lainnya sibuk menghangatkan badan dengan gelas. malas. mulas. puas.
klik tombol ON. kemudian monitor 14inc bercerita berita dari langit tentang takdir jalan berlimppah air. tentang kemacetan mesinmesin bernomor plat. tentang carut marut pagi milik pemburu uang. dan aku, berbisik pelan..selamat berjuang!
_lebahkecil_
Di bawah gerimis, yang katanya romantis
sedari subuh hingga detik ini, hujan rintik tidak berhenti. mengguyur jumat yang terbiasa dengan terik. dingin. membuat kantuk betah berlama-lama menggelayut di kelopak mata. kasur, bantal-guling, dan lipatan selimut terlihat begitu menggoda. tapi seperti biasa, pikiran punya cara ampuh tuk menangkis godaan itu. dia memusingkan dirinya sendiri dengan terus berpikir. huft..
laptop sudah menyala sejak jam delapan pagi. memutar daftar lagu-lagu kesukaan secara acak dan berulang. terdengar suara josh stone yang soulfull nan sexy bernyanyi "fell in love with a boy". komatkamit mulut ikutan bernyanyi meski cuma bermodal hafalan lirik yang sepotong-sepotong. tapi perduli apa, jika gendang telinga saja tak protes karenanya. aku tetap bernyanyi, meski cuma setengah-setengah. na na naaaa..
seluruh lampu kupadamkan. untuk efsiensi. ruangan jadi temaram. ada sunyi seketika. nuansa terindah yang kusuka. deretan lagu mellow menambah keindahannya. sementara di luar gerimis masih menyapu hari, menambah kesyahduan ini. sekelebat ingatan tentang semalam datang. memaksa kesunyian beranjak hilang.
hmm..hati tak mampu berdusta, ternyata. meski dipaksa sekuat tenaga. ada luka yang bergelayut sedari semalam hingga detik ini. duka yang mematahkan ungkapan tentang gerimis yang romantis.
gerimis itu tidak romantis. gerimis itu airmata yang jatuh saat berpisah terucap di bawahnya.
Jam Kertas dan Hujan
ada pengingkaran yang manis ketika hujan menengahi pertengkaran mentari dan pejalan kaki. semua terdian sejenak. entah mensyukuri entah memakimaki dalam hati. seperti jam kertas. ada angka satu sampai dengan duabelas. ada jarum pendek dan panjang, tapi tidak berdetak. cuma ada larilari kecil yang berhamburan mencari peneduh, dan aroma tanah kering tersiram rintik. harum keabadian. aroma terjujur yang diciptakan tuhan. mengingatkan akan bau adam.
hujan melemah, mentari sumringah. pejalan kaki menengadah. kekakuan jam kertas perlahan terobek. jarumjarumnya mulai berdetak mengeja detik demi detik perjalanan hari. semua damai di permukaan. merunut lagi peristiwa berkepentingan yang ssempat tertunda.
hujan sang penengah serupa moderator dan jam kertas sang pencatat serupa notulen di dalam rapat.
_lebahkecil_
Inspirasi Termiskin
"lalu apa?" tanya pagi pada hati.
semburat merah tiba-tiba mewarnai pipi yang pias kedinginan.
"entahlah. aku tidak tahu. bahkan tuk berpikirpun aku kewalahan". jawab hatiku pelan.
"ohh..jangan! kamu jangan berpikir. biarkan otakmu yang melakukan itu. kamu hanya harus merasakan, cuma itu". teriak pagi mengejutkan.
"lalu apa yang kamu rasakan?". tanya pagi lagi. kali ini dengan suara parau.
"aku merasa sedih..gelisah. aku juga merasa bodoh karena kepekaanku nyaris mati rasa, hingga inspirasi enggan menjamah". jawab hatiku sembari merintih.
ada kedukaan yang teramat dalam dan air mata yang nyaris menetes.
pagi tersenyum seraya menatap lembut ke arahku. dapat kulihat dia mengedipkan mata pada mentari dan angin yang lewat, seolah memberi tanda.
benar saja..mentari lalu meninggi dan bersinar lebih benderang. angin berhembus lembut membisikkan kehangatan. seketika dingin beranjak membawa serta pias pada pipiku yang lunak.
"hapus sedihmu. tenangkan dia. jangan merasa bodoh karena kamu tidak bodoh. otakmu lah yang bodoh karena terlalu malas berpikir. pekamu tidak mati rasa..buktinya kamu merasa sedih dan gelisah. iya kan?" ujar pagi lembut.
seperti tersihir aku mengangguk. tanganku seketika meraih secarik kertas dan pena, lalu mulai menulis..
dear pagi..
terima kasih untuk kebaikanmu.
untuk kesetiaanmu membangunkan ku dari gelapnya malam.
untuk kesabaranmu mengajarkan ku tentang kejujuran.
dan mengingatkan ku tuk selalu bersyukur pada tuhan.
terima kasih, pagi. datanglah lagi esok hari.
with love,
inspirasi termiskin.
_lebahkecil_
Cinta Pena
dulu, ketika jaringan internet belum mendunia, surat menyurat, bertukar kartu pos, mengucapkan selamat ulang tahun dan hari raya selalu dilakukan melalui media pos. kantor pos & giro serupa mall yang banyak dikunjungi orang. perasaan dag dig dug selalu hadir ketika kita menunggu pak pos datang. perangko seperti menjadi barang mewah yang harus kita simpan tuk koleksi atau sekedar kenang-kenangan. ada komunikasi yang menyenangkan dan ucapan terima kasih tuk pak pos bersama senyuman yang mengembang. tapi sekarang budaya ini hilang, seperti raib tergilas jaman. tidak ada proses-proses seperti ini lagi. proses dimana kita bisa belajar menulis tangan, belajar melipat surat, belajar bersabar menanti balasan, belajar berkomunikasi, belajar berterima kasih. hilang..
dan aku, tidak ingin proses-proses itu hilang dari kita. iya, kita. aku dan kamu.
kita memang baru saja memulai. belajar menyusun baris demi baris kalimat dalam keterbatasan jarak dan pandang. tapi kita punya cukup ruang tuk belajar. mengulang dan terus mengulang, catatan demi catatan cermin pemikiran.
ini bukanlah tentang bagaimana rupaku, bagaimana dirimu. ini tentang dua jiwa yang seiya sekata tuk belajar bersama. tentang satu hati yang jatuh pada pemikiran dan satu hati yang terpikat pada pemahaman. jiwa itu kita. hati itu kita. iya, kita. bukan siapa-siapa.
_lebahkecil_
Langganan:
Postingan (Atom)










