19/09/13

tentang dongeng..

dan lalu kamu berdongeng..
seperti sihir aku menjadi pendengar yang baik.
menikmati cerita demi cerita yang kubayangkan keluar dari mulutmu sambil kutatap tiap gerak bibirmu yang lembab.
tak jarang aku menjadi bawel bertanya yang tidak kumengerti,
sambil lalu kupanggil kamu "Dalang Kerusuhan"
dan kamu mengamini dengan tertawa kecil.
 
indah bukan?
ketika sunyi, sejuk, dan dongeng bertemu dalam kotak dan bercinta di dalamnya lewat dialog-dialog sederhana namun bermakna.
sunyi yang ramai,
sejuk yang hangat,
dongeng yang akrab..
menjadi kebiasaan yang merindukan.
menagih tuk selalu dilakukan.
 
 
ini hari ketiga dongengmu absen hadir, dalang!
tiga hari!
aku rindu.
cepat benahi gundahmu dan berdongenglah lagi untukku.
sunyiku menagih ramah, kanda.
sejukku juga.
kotakku masih ingin menjadi saksi dialog sederhana kita bercinta.
cepat kembali.
aku ingin memanggilmu "Dalang Kerusuhan" lagi.
 
 
 
_lebahkecil_
 
 
 


14/09/13

Gemerincing Kunci

ada yang tidak kumengerti..
ketika gemerincing kunci menjawab tanya dalam hati,
membuka satu per satu laci
yang di dalamnya tersimpan ketololan yang menumpuk sejak dini.
seperti ditelanjangi..
atau mungkin menelanjangi diri,
lalu semua terlihat vulgar.
bukan cuma dimata, tapi juga di rasa.
vulgar tapi hambar..hambar tapi vulgar.
butuh berlapis-lapis make up untuk membuat ini menjadi samar.
dan kemudian..
sakit yang mengenyut di dada menambah sempurna luka yang memar.
apa ini??
kenapa semua menjadi begitu liar? 
aku menatap nanar..
gemerincing kunci menjawab sambil menampar.



_lebahkecil_


 

Andai Kamu Tau..



andai kamu tau.. 
mencintaiku itu sederhana. 
sesederhana warung tegal di pinggiran jalan. tidak perlu mewah.. 
kamu hanya perlu puluhan menu berbeda 
yang menggugah selera, serta senyum manis yang ramah dan kesabaran ekstra. 

andai kamu tau.. 
menyayangiku itu simpel. 
sesimpel kopi instan dalam kemasan. 
kamu hanya perlu air yang cukup panas untuk menyeduhnya. tidak butuh mug dan sendok besar. cukup dengan cangkir dan sendok kecil saja. dan kamu bisa merasakan sensasinya.

andai kamu tau.. 
menjagaku itu mudah. 
semudah bermain layang-layang. 
kamu hanya perlu menarik ulur benang dari kejauhan. ada saat kamu membiarkan layang-layang itu bebas terbang tinggi. ada saat kamu harus menarik dan menggiringnya mendekat, dan membawanya pergi. 

andai kamu tau.. 
aku tidak sesimpel yang terlihat, 
tapi juga tidak serumit yang tampak. 
hanya butuh sedikit perhatian yang lebih agar dapat membuatmu mengerti.. 
kenapa aku bisa menjadi sesimpel dan serumit ini. 

andai kamu tau.. 
aku sedang membuka hatiku untukmu. 

andai kamu tau..


_lebahkecil_


 


 

Tepat Berhenti.

ada saat dimana berhenti adalah pilihan yang tepat. dan ini saat yang tepat. tindakan yang lugas meski nyelekit tapi tepat. tepat menusuk relung di posisi yang tepat. sangat tepat hingga waktu pun terasa tepat tuk mencatat dengan tepat. tepat. ini saat yang tepat tuk berhenti tepat berhenti. berhenti di saat yang tepat, dengan cara yang tepat, pun dengan luka hati yang sempurna tepat. tepat berhenti. berhenti di titik yang tepat. semoga.. 


 
_lebahkecil_


 

Pahamkan Aku Dengan Pasifmu..

Ada yang sempat tak tercatat di awal pagi-pagi sekali. Ketika dingin menusuk kulit hingga tulang dan gelap mendekap senyap dalam ruang persegi berdinding tembok setengah lembab. Secuil sapa hadir lewat sisa kesadaran yang hampir raib buah ciu, sopi atau apapun namanya di sebuah tempat di seberang pulau milik para dewa. Keramahan yang nyaris kumatikan dalam tiap inci pengharapan. Sekuatnya kutindas gede rasa yang coba menyeruak masuk menjajah hati. Tidak! Tidak akan lagi kuijinkan dia bersandiwara dalam kesaruhan. Cukuplah kegamangan ini menyandera sedikit kecerdasannya logika. Tak ingin ramahku menjadi petaka bagi sekeping hati yang nelangsa. Maka ini acuhku. Catatan ini yang sempat tak tercatat. Jika aktifku mengacaukan rasamu, maka pahamkan aku dengan pasifmu.


_lebahkecil_


 

Membalik Keadaan..

Jika pun masih kubela rasa yang patah ini, 
Itu karena secuil harapan enggan bergeser dari hati. Dan perjuangan tanpa malu ini dicukupkan saja sekarang. Ini bukan soal menyerah, ini soal berhenti membuang-buang waktu percuma. 

Maka kukatakan..
Ini saatnya membalik keadaan.

_lebahkecil_



 

Di Stasiun Kereta Itu Pukul Empat

gerah.
matahari melaknat bumi dengan panasnya.
merobek tiap hembus udara yang lewat.
tajam candamu meremas cemburu yang sembunyi. 
aku benci.
suara laju kereta tiba-tiba menjadi tidak enak didengar.
memekak telinga.
menambah riak pada sakit yang mengarat.
di stasiun kereta itu pukul empat.
kau buat cemburuku tak berhenti mengumpat.


_lebahkecil_


 

Pujangga dan Kapiten

kamu..sang pujangga. 
diammu sungguh menyayat sukma lebih dari elegi. 
membinasakan tiap detik penantian menyeru kabar. 
hangus.. 
terbakar.. 
mengerut seluruh rinai yang menggelembung di sudut pandang. 

kamu..sang kapiten. 
bicaramu seperti derap serdadu menjajah biduk harapan yang gersang. 
panas.. 
kering.. 
kerontang.. 
rayuan nakal terdengar sumbang tanpa titik koma dan seringai. 


_lebahkecil_


 

Rindu Itu Sialan, Cemburu Itu Bajingan, dan Cinta Itu Bangsat?

kau sebut apa sejumput gelisah yang berkecamuk di dalam hati ketika seraut wajah atau sebaris kabar tentang penjajah hatimu tak kau temui? 
sialan? 
aku menyebutnya rindu. 

lalu, kau sebut apa sebongkah marah, gusar, dan kalangkabut seperti orang kebakaran rambut ketika kau dapati penjajah hatimu menjadi sedikit genit tapi acuh padamu? 
bajingan? 
aku menyebutnya cemburu. 

dan lalu, kau sebut apa sialan dan bajingan yang penjajah hatimu hidangkan di atas meja perasaanmu yang sempit itu? 
bangsat? 
aku menyebutnya cinta, sesaat. 

jika kau sebut rindu itu sialan, 
cemburu itu bajingan, 
cinta itu bangsat, 
lalu kau sebut apa dirimu? 


_lebahkecil_


 

Refleksi..

aku terpaku.
ini seperti melihat refleksiku sendiri saat membacamu.

kenapa bisa semirip itu?

caramu berpikir,
berbicara,
menyindir,
bahkan saat..hmm..

dan pergerakan itu..
jaringan pendidikan bawah tanah itu..
sekolah yang mengajarkan satu hal, pemahaman tentang apa pun yang berkenaan dengan hidup. dimana pertanyaan fundamentalnya adalah "mengapa", bukan "apa".

sekolah untuk siapa saja, umur berapa saja.
sekolah hidup dan untuk mereka yang ingin hidup.

aku masih terpaku..
refleksi jaring laba-laba itu..menghubungkanku denganmu.
imajinasi milikmu, realita padaku

_lebahkecil_