Paragraf 2
Tiba-tiba dingin menyeruak masuk dari balik jendela kamar
yang sedikit terbuka, membangunkan bulu-bulu halus di tangan dan tengkukku.
Tiba-tiba juga aku rindu pada semua hal yang ada di seberang pulau ini. di atas
semua itu, aku rindu segala tentangmu. Seseorang yang belum lama ku kenal tapi
begitu lekat dalam ingatan. Semesta maya begitu mewarnai kebersamaan semu kita.
Ikatan yang lahir dari garis imajiner terliarku. Begitu telanjang aku pada bayang
mayamu. Apa yang membuat semua itu saja aku tak tahu. Seperti kenapa kamu? Atau
bagaimana bisa? Ahh..terlalu membingungkan jika harus ku terka-terka apa alasan
dari semua peristiwa maya kita. Rindu ini menyeruak lagi. Kali ini lebih kuat
dan membabibuta. Cukup mengacaukan pikiranku yang sudah kacau sebelumnya.
Kekacauan yang menggairahkan. Kekacauan yang menggelisah sekaligus
membahagiakan di saat yang bersamaan. Selalu lahir kerinduan dari tiap debat kecil
kita yang bahkan entah karena apa.
_lebahkecil_