gerah.
matahari melaknat bumi dengan panasnya.
merobek tiap hembus udara yang lewat.
tajam candamu meremas cemburu yang sembunyi.
aku benci.
suara laju kereta tiba-tiba menjadi tidak enak didengar.
memekak telinga.
menambah riak pada sakit yang mengarat.
di stasiun kereta itu pukul empat.
kau buat cemburuku tak berhenti mengumpat.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar