ada yang tidak kumengerti..
ketika gemerincing kunci menjawab tanya dalam hati,
membuka satu per satu laci
yang di dalamnya tersimpan ketololan yang menumpuk sejak dini.
seperti ditelanjangi..
atau mungkin menelanjangi diri,
lalu semua terlihat vulgar.
bukan cuma dimata, tapi juga di rasa.
vulgar tapi hambar..hambar tapi vulgar.
butuh berlapis-lapis make up untuk membuat ini menjadi samar.
dan kemudian..
sakit yang mengenyut di dada menambah sempurna luka yang memar.
apa ini??
kenapa semua menjadi begitu liar?
aku menatap nanar..
gemerincing kunci menjawab sambil menampar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar