14/09/13

Pujangga dan Kapiten

kamu..sang pujangga. 
diammu sungguh menyayat sukma lebih dari elegi. 
membinasakan tiap detik penantian menyeru kabar. 
hangus.. 
terbakar.. 
mengerut seluruh rinai yang menggelembung di sudut pandang. 

kamu..sang kapiten. 
bicaramu seperti derap serdadu menjajah biduk harapan yang gersang. 
panas.. 
kering.. 
kerontang.. 
rayuan nakal terdengar sumbang tanpa titik koma dan seringai. 


_lebahkecil_


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar