apakah kamu bahagia saat namamu ku sebut
bersama barisan kata yang terpanah di dinding rasa?
seperti cinta sampek pada engtay
namamu perkasa menjajah tiap inci sekeping hati penuh jahitan
yang sengaja kubuat sebagai tanda bahwa pernah ada kegagalan yang tertinggal
katakan padaku..apalagi yang harus kulakukan
selain pasrah saja menerima garis takdir sebagai hadiah yang indah
meski tiap pakuannya terasa seperti sayatan pada luka yang menganga
tapi aku berdaya
sampai sapamu dalam suara pelan nan lembut memaksaku masuk ke dalam labirin awan
dan tersesat di dalamnya bersama khayalan
lalu tawamu pecah di dalam
serupa marching band yang menyambut karavan sirkus di pesta pasar malam
tumpah ruah meriah
hingga kutemukan perjumpaan sebagai ujung dari labirin
catat ini wahai penjajah hati
akan ada hari dimana pandangan tak lagi terbatas jarak
dan genggaman tak lagi terpisah ruang
aku akan hadir pada sepenggal hari dalam hidupmu
sebagai bukti kekuatan rasaku
catat ini
catat sebagai mimpi.
_lebahkecil_

Tidak ada komentar:
Posting Komentar