02/07/13

Mitos Dalam Kenangan Bernama Pernah

dua bulan yang lalu di bawah langit yang sama di pulau dan tahun yang berbeda, 
pernah ku lempar botol beling bermerk soda yang didalamnya berisi bensin dan mulutnya tersumpal kain terbakar api kearah ratusan pion berseragam bertameng dan bersenjata.
tangan terkepal. mata nanar menatap lalu tertutup perih buah asap gas airmata yang menyergap.
pernah pula lagu gugur bunga menjadi lagu wajib yang ku nyanyikan dibawah todongan senjata sniper dari segala penjuru arah.
pernah pula mata ini menjadi saksi ketika puluhan kawan dipukuli tak berdaya lalu diseret naik ke dalam tronton yang dijaga.
pernah pula kaki ini berjalan kiloan meter menyusuri tiap jalan menuju gedung para dewan dan istana.
pernah pula tubuh ini saling dorong mendobrak masuk pagar berkawat duri yang dijaga kawanan pion bersenjata. pernah pula mulut ini berdialog alot dengan para penguasa.
pernah pula mata ini menjadi buta sementara karena terlalu banyak asap yang tersirap dari gas airmata. 
pernah pula bulukuduk ini menjadi saksi gema euforia ribuan massa berselimut almamater beraneka warna. 
pernah pula tangan ini menggenggam pengeras suara berlogo toa dan mulut ini berteriak keras merdeka! 

tapi sekarang..segala yang pernah itu bagai sepenggal mitos dalam kenangan bernama pernah.


_lebahkecil_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar