07/06/13

KomatKamit

sumpah demi apapun, kedua mata ini merasa mengantuk. tapi pikiran menahan perintah otak tuk tidur. terlalu banyak hal yang yang berseliweran dalam pikiran. belum mengerjakan ini, belum mengerjakan itu, belum beli ini, belum beli itu. belum lagi ditambah perasaan cemas menunggu voltaire datang. kasihan dia, dua hari dalam pencarian rumah barunya.

mulut terus komat-kamit berdoa. ada harapan semoga voltaire cepat datang, membawa perantau yang lama merenung di negeri orang. sudah tersedia tempat istirahat sederhana namun istimewa tuk mereka. di rak buku, di atas bantal, atau di atas pangkuan jika tanpa sadar terlelap dan mereka terlepas dari genggaman.

ahh..kerinduan tuk menyentuh, membuka, dan memeluk mereka begitu menyiksa. pahahal bertemu pun belum pernah. tak sabar rasanya mata ini ingin menelanjangi tiap kalimat yang mereka punya. lalu melumatnya dalam dekapan pikiran. pelan-pelan, dalam..dan terus ke dalam. mencumbu mereka hingga lekang dalam ingatan.

kantuk merajuk. mata meredup. tapi bibir terus komat-kamit berdoa. komat-kamit berharap. komat-kamit dalam doa dan harap.


_lebahkecil_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar