sedari subuh hingga detik ini, hujan rintik tidak berhenti. mengguyur jumat yang terbiasa dengan terik. dingin. membuat kantuk betah berlama-lama menggelayut di kelopak mata. kasur, bantal-guling, dan lipatan selimut terlihat begitu menggoda. tapi seperti biasa, pikiran punya cara ampuh tuk menangkis godaan itu. dia memusingkan dirinya sendiri dengan terus berpikir. huft..
laptop sudah menyala sejak jam delapan pagi. memutar daftar lagu-lagu kesukaan secara acak dan berulang. terdengar suara josh stone yang soulfull nan sexy bernyanyi "fell in love with a boy". komatkamit mulut ikutan bernyanyi meski cuma bermodal hafalan lirik yang sepotong-sepotong. tapi perduli apa, jika gendang telinga saja tak protes karenanya. aku tetap bernyanyi, meski cuma setengah-setengah. na na naaaa..
seluruh lampu kupadamkan. untuk efsiensi. ruangan jadi temaram. ada sunyi seketika. nuansa terindah yang kusuka. deretan lagu mellow menambah keindahannya. sementara di luar gerimis masih menyapu hari, menambah kesyahduan ini. sekelebat ingatan tentang semalam datang. memaksa kesunyian beranjak hilang.
hmm..hati tak mampu berdusta, ternyata. meski dipaksa sekuat tenaga. ada luka yang bergelayut sedari semalam hingga detik ini. duka yang mematahkan ungkapan tentang gerimis yang romantis.
gerimis itu tidak romantis. gerimis itu airmata yang jatuh saat berpisah terucap di bawahnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar