ada pengingkaran yang manis ketika hujan menengahi pertengkaran mentari dan pejalan kaki. semua terdian sejenak. entah mensyukuri entah memakimaki dalam hati. seperti jam kertas. ada angka satu sampai dengan duabelas. ada jarum pendek dan panjang, tapi tidak berdetak. cuma ada larilari kecil yang berhamburan mencari peneduh, dan aroma tanah kering tersiram rintik. harum keabadian. aroma terjujur yang diciptakan tuhan. mengingatkan akan bau adam.
hujan melemah, mentari sumringah. pejalan kaki menengadah. kekakuan jam kertas perlahan terobek. jarumjarumnya mulai berdetak mengeja detik demi detik perjalanan hari. semua damai di permukaan. merunut lagi peristiwa berkepentingan yang ssempat tertunda.
hujan sang penengah serupa moderator dan jam kertas sang pencatat serupa notulen di dalam rapat.
_lebahkecil_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar