18/06/13

Elegi Mug, Kopi Putih, dan Mitos Promosi

kopi pagi ini sepertinya kurang ampuh mengusir kantuk yang asik bergantungan di mata. padahal sudah kuminum lebih dari takaran biasanya. mug besar yang biasa setia jadi tempat curahan air putih, ku paksa menampung kopi putih kesukaanku. 

"sekali ini aja, pleaseee..? kamu kan mug yang baik. nama ujung minumannya sama-sama putih kok..cuma beda di air sama kopi aja. ya? ya?" rajukku pada mug besar kesayanganku. dan melalui imajinasi, mug besarku seolah mengangguk setuju sambil berbisik..

"baiklah, satu kali ini aja ya..".

zuiiiiiing..tanpa menunda-nunda waktu kuseduh dua bungkus kopi putih instan ke dalam  mug besarku. taraaaaa..! dalam sekejap kopi putihku sudah siap diminum. ahh..kadang dalam hidup, gak ada salahnya menikmati kenikmatan instan seperti ini.

setengah panas ku reguk kopi putihku pelan-pelan. seteguk demi seteguk. sampai mencapai batas setengah, 
aroma kopi itu menyeruduk masuk ke dalam hidungku lalu naik memasuki otakku. sensasinya sungguh menyegarkan. sesaat kantukku hilang..hingga tak begitu lama kemudian, rasa kantuk yang sempat hilang kembali datang. dan sepertinya kali ini menyerang dengan kekuatan berlipat ganda. 
whuaaaaah..!

sepertinya mitos "kopi bisa menghilangkan kantuk" itu perlu dipertanyakan keshahihannya. jangan- jangan ini cuma karangan produsen kopi biar laris manis diserbu pembeli yang gemar begadang dan doyan tidur kayak aku ini. weleeeh..kalau memang betul begitu, ini artinya pembohongan publik! tapi..apa bisa dibilang gitu? wong konsumennya rela-rela aja kok dibohongi (sambil nunjuk batang hidungku sendiri).

"terus, kalau sudah kayak gini harus gimana lagi?". tanyaku dalam hati sambil ku seruput habis setengah mug kopi putih tadi.

"dimana-mana obat ngantuk ya cuma tidur. o'on banget sih kamu!". jawab logikaku ketus sambil memalingkan muka.

"iya..iyaaa..aku tidur". jawabku sambil membaringkan badan di atas kasur. kantuk bersorak. otak teriak.."woy..kerjaanmu gimana?!".

"bodo ahh..". jawabku menggurutu kali ini sambil mikir, produsen kopi itu orang-orang pinter, ternyata. jago bikin mitos sebagai sarana publikasi gratis mereka.

dear konsumen, sabar yaaa..


_lebahkecil_



Tidak ada komentar:

Posting Komentar