25/06/13

Awakening

belukar tanya meredup lemah tanpa nada. endap serpihan luka pada detak dalam dada. coba hisap candu lewat derai tangis dan canda. bongkar kerapuhan jiwa tanpa titik, koma, tanpa tanda.

kepal jemari remukkan cermin tanpa sisa. tinggalkan noda merah mengotori bingkai rasa. bangun tubuh dari kotornya lembaran kasa. berdiri marah pada dua kaki yang lemah terasa.


berontak pikir dan hati coba mencari jalan keluar. dari keterpasungan jiwa yang kerdil tanpa nalar. tersesat dalam jelaga hitam kelam laksana belukar. memutus bentang asa yang kusut tak kunjung kelar.

kencang lantunkan tembang tanpa nada tak ada irama. gemeretuk gigi beradu cepat ciptakan bunyi berima-rima. coba nikmati tembang tanpa nada bersenggama. dalam ruang kosong dalam otak butuhkan derma.

mengeja waktu yang berlari putari hari. ringkih bingkai mimpi memigura retak jari. ragu meraja asa merana terkebiri. resah menyerah marah gelisah sendiri.

mata menatap tangkap bayang dalam riak. berkejaran liar tutur hati dan logika dalam otak. diam, berbisik, bicara, lalu kencang teriak. sadar menampar mimpi terpapar paksa beranjak.

nikmati lagi tembang berima buahi bibir. bergerak nikmat ikuti detak yang mencibir. bebas memuji remah riuh dalam pikir. otak terderma infus bahagia tanpa kikir.

tilas sekilas yang lawas lalu melepas. ini bebas tanpa waswas bernasib naas. lengkap menilap tetap menatap telapak. titi qalbu baru tak lagi biru mengelopak. 

_lebahkecil_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar