Kamu lihat
aspal itu?
Aspal di
bawah kakimu
Aspal yang
kamu injak itu
Aspal yang
membuat mulus laju kendaraanmu
Hitam Ia
Memuai
terbakar panas
Remuk
tertindas
Dingin
kehujanan
Apa kabarnya
saat ini?
Saat kakimu
menginjaknya
Berlari di
atasnya
Atau bahkan
meludahinya
Mungkin
serupa itu wajah lukaku
Yang kau
tampar setelah kau sayat
Dan kau
taburi garam
Namun itu
hanya andaian
Tak,
Tak
sedramatis itu
Ada senyum
manis di lukaku
Aku hanya
ingin kau melihat
Bukan hanya
ke depan, ke belakang,
ke samping
kiri dan kanan
Tapi juga ke
bawah
Menunduk.
_lebahkecil_
17 Oktober
2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar