Sore tadi selepas adzan
Matahari bergeser dari beranda tempatmu berada
Menyisakan sedikit bayangan di belakang tubuhmu yang
berjalan
Masuk ke dalam rumah meninggalkan segelas kopi dan sebuah
buku
Di atas bangku panjang dari rotan
Sementara di seberang rumah dari balik jendela bertirai
merah
Aku mengintipmu dengan senyuman yang merekah
Tanpa malu kubaca setiap bahasa yang keluar dari gerak
tubuhmu
Yang biasa saja tapi terlihat sempurna
Setidaknya di mataku
Sepasang mata minus yang selalu mengagumimu
Sedari dulu
Besok..seperti sore ini
Aku ingin mengintipmu lagi
Dari balik jendela bertirai merah ini
_lebahkecil_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar