Seperti cairan sperma yang meletus dari dalam kemaluanmu..seperti itu
pula rasa yang kupikir meletus dari dalam hatiku. Meleleh..lalu menguap
tertiup kipas angin di sebuah kamar di hotel melati yang sibuk kita
cari.
Engkau pergi..
Meninggalkan dua kotak kondom yang belum habis kau nikmati di bawah kaki ranjang,
Mungkin seperti itu pula aku..yang kau tinggal dalam kecewa dan airmata.
Hari itu aku resmi menjadi pelacur..atau engkau yang melacur?
Entahlah..aku agak bingung dengan pilihan itu. Barangkali bisa kau bantu pilihkan untukku? Untukmu? Ahh..bingung aku. Sebingung perasaan yang tak lagi ada di mana-mana..
Hari itu perasaanku menyerah pasrah..lalu membiarkan logika berbicara..
"Aku tidak pernah bisa menjadi istimewa. aku hanya bisa bicara yang perempuan lain mungkin tak bisa; kamu itu..galak tapi bodoh!"
Jogjakarta, 30 agustus 2014
_lebahkecil_
Entahlah..aku agak bingung dengan pilihan itu. Barangkali bisa kau bantu pilihkan untukku? Untukmu? Ahh..bingung aku. Sebingung perasaan yang tak lagi ada di mana-mana..
Hari itu perasaanku menyerah pasrah..lalu membiarkan logika berbicara..
"Aku tidak pernah bisa menjadi istimewa. aku hanya bisa bicara yang perempuan lain mungkin tak bisa; kamu itu..galak tapi bodoh!"
Jogjakarta, 30 agustus 2014
_lebahkecil_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar